
Tips Menjadi Orang Kaya
Pada kesempatan yang lalu saya baru mengikuti seminar Financial Planner di Jogjakarta. Saya sangat antusias ingin mengikuti seminar tersebut karena pembicaranya Pak Putu Putrayasa @putuputrayasa, pendiri kampus termuda di Indonesia, AKMI Baturaja. Beliau adalah salah satu orang hebat di Indonesia karena di usia muda sudah memiliki kampus sekaligus mampu menjadi motivator dan memotivasi ribuan orang di seluruh pelosok negeri ini. Dan selain itu, pengisi seminar itu adalah Coach Wulan @coachwulan, beliau adalah pakarnya perencanaan keuangan.
Tema waktu itu bagi saya sangat menarik karena langsung menyentuh sisi kehidupan saya. Jujur, pada waktu itu keuangan saya memang kurang baik, keuangan saya kurang terencana dengan baik.
Lebih besar pasak daripada tiang. Ya, begitulah. Meskipun saya ada pemasukan rutin tiap bulan dari usaha yang saya jalani sekarang, namun masih saja kekurangan setiap bulan. Padahal, sekarang saya masih single
( hehe.. ), belum ada tanggungan anak, keluarga, dan sebagainya.
Akan saya sampaikan ulang tentang apa yang disampaikan @coachwulan dan @putuputrayasa.
Financial Planner
Apa yang akan anda pikirkan tentang uang ? Menurut @coachwulan uang adalah energi. Energi yang mampu menggerakan. Bukan hanya sebatas pengertian sebagai alat tukar, namun sekarang uang lebih berfungsi sebagai energi. Kekuatanya mampu menggerakkan ke arah positif dan negatif. Semua tergantung bagaimana manusia yang menggunakannya.
Untuk merencanakan keuangan, kita harus bisa mengelola aset. Karena menurut @coachwulan, definisi kaya adalah ketika seseorang sudah bisa mengelola asetnya. Sedangkan yang dimaksud aset yaitu aset produktif dan aset konsumtif. Sekarang tengok rumah anda, apa saja yang menurut anda bisa menjadi aset produktif ( yang mampu menghasilkan uang kembali ), dan apa saja yang termasuk aset konsumtif ( yang habis beli, tidak bisa menghasilkan kembali ). Banyak mana hayoo ?
. kalau banyak aset produktifnya berarti anda satu langkah bisa menjadi orang kaya.
Sedangkan yang termasuk harta atau aset produktif :
1.Produk Keuangan ( Saham, Obligasi, Reksa Dana )
2. Bisnis
3. Aset yang disewakan ( kost-kostan, properti, ruko, rumah, kios dan sebagainya )
4. Barang Ciptaan ( Royalti Buku, hasil karya yang dipatenkan )
Berikut tips-tips yang disampaikan oleh @coachwulan terkait cara mengatur pengeluaran :
1. BUTUH vs INGIN
Bagaimana anda membedakan kedua kata tersebut ?
antara butuh dengan ingin ?
Hati-hati terhadap keinginan yang tidak didasari dengan kebutuhan. Contohnya, anda rencana hari ini pergi ke supermarket membeli kebutuhan dapur. Itu sudah menjadi kebutuhan setiap bulan. Namun, ketika anda sudah masuk supermarket dan menjumpai barang lain yang sekiranya anda tidak butuh kemudian anda membelinya dengan alasan bahwa barang tersebut akan berguna nantinya. Padahal catatan pengeluaran anda saat itu sudah anda buat. Akhirnya, apa yang terjadi ? Pengeluaran membengkak karena menuruti keinginan tadi yang sebenarnya bisa di “empet” (tahan, red). Lebih baik membeli sesuatu lebih karena kebutuhan, bukan karena keinginan.
2. Prioritas Keuangan
Setiap bulan, buat semacam prioritas pilihan apa saja yang akan anda keluarkan. Seperti untuk biaya hidup, premi asuransi, cicilan barang ( motor, elektronik, mobil, rumah dan sebagainya ). Dan jangan lupa untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk tabungan serta investasi. Investasi tidak harus berupa sesuatu yang mahal, bisa investasi ilmu berupa buku-buku yang bermanfaat.
3. Sedangkan yang paling penting untuk cara mengatur keuangan adalah tau cara mengeluarkan uang secara bijak pada tiap-tiap pos. Ini yang paling harus dipahami oleh kebanyakan orang yang merasa keuangan keluarganya kacau, karena mereka tidak tau bagaimana cara mengeluarkan pendapatan mereka sesuai dengan pos-posnya.
Inilah yang dikatakan oleh pakar perencana keuangan tentang bagaimana kita seharusnya mengatur keuangan.
The Millionare Steps
Kali ini tentang bagaimana proses untuk menjadi kaya menurut @putuputrayasa.
Menurut pak putu, kaya tidak hanya melulu diidentikkan dengan memiliki harta yang banyak, mobil bagus, rumah mewah. Dan pak putu menjabarkanya :
1. Kaya Hati
Sudah tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa sebagian orang kaya memiliki hati yang lapang, mudah memberi, dan tidak pelit. Mudah berbagi kepada sesama, karena mereka memaknai kaya itu adalah titipan, dan sebagian titipan tersebut ada hak-hak orang lain yang harus diberikan.
2. Kaya Ilmu
Milikilah ilmu maka dunia akan ada di tanganmu. Pepatah tersebut benar adanya, perbanyaklah ilmu maka kau akan hidup mapan. Ilmu sangat luas, ada di sekitar kita. Tinggal bagaimana kita mau mempelajarinya.
3. Kaya Teman
Bisnis sangat berkaitan dengan jaringan, relasi atau teman. Karena semakin banyak teman, maka semakin banyak peluang yang akan kita dapat. Mulai sekarang bangunlan bisnis anda dengan mencari teman sebanyak mungkin. Bisa melalui komunitas, ikut seminar-seminar baru, atau apa sajalah yang dapat bertemu dengan orang baru disana dan anda membangun hubungan yang baik dengan orang yang anda kenal tadi.
4. Kaya Aset / Harta
Pada pengertian ini, kaya yang dimaksud sudah sangat jelas. Memiliki harta yang banyak, aset ada dimana-mana dan semuanya produktif, bisnis punya banyak dan semuanya bersistem dan JALAN.
Untuk membangun kekayaan, fokuslah. Fokus pada apa yang anda inginkan. Jika anda ingin mendapatkan 1 Milyar di usia 25 tahun, berfokuslah untuk mendapatkan itu. Pikiran kita akan terjadi sungguh-sungguh jika kita memang yakin.
Pak Putu menjabarkan tentang sistem keuangan orang miskin, menengah dan kaya.
1. Sistem keuangan orang miskin
Orang miskin memiliki cara pengaturan keuangan yang sangat keliru. Mereka akan cenderung menghabiskan pendapatan tiap bulan hingga tak bersisa. Bahkan masih kurang.
2. Sistem keuangan orang menengah
Kalau bisa dibilang sistem keuangan orang menengah, adalah kelihatan kaya tapi miskin. Sepertinya lumayan banyak yang seperti ini, keliatan kaya tapi miskin. Memang benar dia punya uang, hanya di awal bulan. Kewajiban mereka sangat banyak, sehingga pos-pos pengeluaranya juga banyak. Lebih baik, keliatan miskin tapi kaya, daripada keliatan kaya tapi miskin. Kalau bisa, keliatan kaya tapi kaya. he.. he .. he
3. Sistem keuangan orang kaya.
Orang yang kaya akan sangat memperhatikan cara mengelola aset, mereka berpendapatan rata-rata dari aset yang telah mereka bangun. Bukan berasal dari gaji, tapi aset yang telah dibangun seperti bisnis, investasi properti, saham, reksa dana, dan sebagainya. Maka jadilah orang yang berfokus pada aset, maka anda akan benar-benar kaya